Cerita 5 Anak Selamatkan Diri ke Hutan saat Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Adi Rianghepat · Selasa, 01 Desember 2020 - 04:27:00 WIB
Cerita 5 Anak Selamatkan Diri ke Hutan saat Erupsi Gunung Ile Lewotolok
Gunung Ile Lewotolok erupsi. (Foto: Ist)

KUPANG, iNews.id - Warga dua kecamatan, yaitu Ile Ape dan Ile Ape Timur di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aktivitas secara normal, Minggu (29/11/2020), pagi. Hampir sebagian dari mereka menunaikan ibadah Minggu dengan misa di gereja. Upacara dilakukan khusyuk. Namun tak berapa lama, sebuah ledakan membubarkan suasana itu. Warga pun berhamburan penuh kepanikan. Betapa tidak, bunyi dentuman itu asing dan menyeramkan.

Tak lama berselang di beberapa desa, mulai dihujani abu bercampur kelikir; material vulkanik yang dimuntahkan dari erupsi Gunung Ile Lewotolok. Erupsi pada pukul 09.45 WITA itu adalah erupsi kedua setelah sebelumnya pada Jumat 27 November terjadi erupsi.

Erupsi kali ini kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 4.000 m di atas puncak (± 5.423 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat di kolom bagian bawah dan ke arah timur di kolom bagian atas. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi erupsi 10 menit dan diikuti tremor menerus.

Lagi-lagi panik. Masyarakat pun melakukan evakuasi mandiri. Pilihannya berlari menuju Kota Lewoleba, yang sama sekali tak terdampak semburan erupsi tersebut. Namun, tidak demikian yang dilakukan lima orang bocah. Mereka malah memilih hutan sebagai tempat penyelamatan diri. Alhasil, orangtua dan sanak famili panik menangis mencari mereka.

"Sangat ketakutan, empat orang bocah dan seorang remaja itu lalu memilih hutan menjadi tempat penyelamatan diri," tutur seorang warga Ile Ape, Raimundus, Senin (30/11/2020).

Editor : Ranto Rajagukguk

Halaman : 1 2 3